PENGUJIAN KAPASITAS BATERAI

baterai yang biasa digunakan di gardu induk, memiliki spesifikasi masing – masing sesuai kebutuhan.

Baterai Proteksi  >> 110 V

Baterai PLC   >> 48 V

Baterai Scada >> 24 V

Merk yang digunakan pun berbeda – beda, tentunya sesuai vendor yang memenangkan tendernya…hmmmm

merk yang umum di pakai di gardu Induk : SAFT NIFE, YUASA, ALCAD, dkk

Baterai memiliki kapasitas sesuai pabrikan. Kapasitas Baterai adalah kemampuan baterai dalam menyuplai kebutuhan Arus DC kepada peralatan – peralatan yang membutuhkannya : Relay Proteksi, Motor DC, Lampu indikasi, dll.

Misal diketahui kapasitas Baterai SAFT NIFE 48 V adalah 200 AH (Ampere Hour), di sini pengertiannya adalah bahwa baterai tersebut mampu menyuplai arus untuk beban DC sebesar 200 Ampere dalam 1 jam.

Jika jumlah beban peralatan adalah 10 Ampere, maka baterai tersebut dapat menanggung beban sealama 20 jam.

Mengerti kan?


PENGUJIAN

pengujian kapasitas baterai dimaksudkan untuk mengetahui AH Efisiensi dari baterai tersebut, yaitu masih berpa persenkah AH baterai tersebut terhadap AH awal / AH baterai saat kondisi masih sangat baik/baru. Dengan begitu maka dapat diketahui seberpa lamakah baterai mampu menanggung beban saat rectifier kondisi off.

Prinsip dasar pengujian

pengujian dilakukan dengan memberi beban baterai (arus pengosongan / I discharging) sebesar 0,2 dari kapasitas baterai tersebut.

Kenapa kok 0,2 C? kok gag lebih dari itu atau kurang dari itu?

O,2 C ini telah di standarkan oleh IEC (International Electrotechnical Commission), hal ini dimaksudkan agar baterai yang diuji tidak mengalami over heating pada sel (yang terdiri dari Elektroda, plat, dan ELektrolit) yang sangat memungkinkan cepat rusaknya baterai tersebut.

baterai dihubungkan dengan alat pengosongan, yang secara otomatis menampilkan arus pengosongan, tegangan total, lama pengosongan,  dan AH pengosongan, yang ditampilkan dalam bentuk grafik.

yang harus diperhatikan dalam pengujian:

Setting Pengosongan :

Arus Pengosongan (I Discharging) = 0,2 x Kapasitas baterai (C)

Lama Pengosongan (T stop) = Kapasitas : Arus Pengosongan

Tegangan akhir (V stop) = 1 Volt per sel

Suhu maksimal elektrolit yang diijinkan selama pengosongan = 40 – 45 °C

Contoh

Baterai SAFT NIFE 48 V 200 AH, 40 sel

I disch => 0,2 x 200 = 40 Ampere

T stop => 200 : 40 = 5 jam

V stop => 1 V x 40 = 40 V

T maks => 45 °C

4 thoughts on “PENGUJIAN KAPASITAS BATERAI

  1. terima kasih atas info nya..,
    pi kalo untuk reaksi yang terjadi didalam batere nya gimana yah??? muatan elektrolite taw elektroda di batere nya sendiri *maaf, tanya nya lebih ke arah kimia.

    salam..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s