Mengapa rangkaian PT harus terbuka?

PT (Potential Transformer) atau CVT (Capasitor Voltage Transformer) adalah dua peralatan yang memiliki fungsi yang sama, yaitu mentransformasikan tegangan sistem (150 kV) ke tegangan rendah untuk keperluan pengukuran dan proteksi.

Rasio PT atau CVT di gardu induk pada umumnya 150kV/0,11kV

Sesuai dengan rumus Vp/Vs=Np/Ns=Is/Ip, maka untuk menurunkan besaran tegangan dari 150.000 V ke 110 V, jumlah belitan sekunder harus lebih sedikit. Dan luas penampang belitan yang dibutuhkan adalah belitan dengan penampang yang kecil karena memang hanya difungsikan untuk mentransformasikan tegangan saja.

pada saat terjadi rangkaian terbuka, maka :
Vs (tegangan sisi sekunder) = sesuai rasio
Is (arus sisi sekunder) = 0 Ampere

pada saat rangkaian tertutup, maka
Vs (tegangan sisi sekunder) = 0 Volt
Is (arus sisi sekunder) = sesuai rasio

Mari kita berhitung, saat terjadi rangkaian tertutup maka :

Vp/Vs =Is/Ip
Is=(Vp x Ip)/Vs
Is=(Vp x Ip)/0
Is=tak hingga

dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa pada saat rangkaian sekunder PT / CVT tertutup maka nilai arus yang terjadi pada rangkaian sekunder PT sangat besar. Sedangkan belitan PT dibuat dengan penampang yang kecil karena memang difungsikan bukan untuk mentransformasikan arus yang besar, sehingga besar kemungkinan saat terjadi arus yang besar ini akan menyebabkan kerusakan pada isolasi PT / CVT akibat panas yang ditimbulkan oleh arus tersebut.

Can be understood???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s