dan redup bukan berarti padam

semakin kencang,
terombang ambing namun erat pada sumbunya,

diam, saat ia pergi
tak mampu menghindar saat ia datang,
terus diterjang namun ia bertahan
pada sumbunya,
di atas parafinnya,

meski leleh,
meski semakin pendek sumbu,
terus bertahan….!!!

sampai pada masanya,
kini ia pun redup…
karena ketenangan tak mampu membuatnya bertahan,
dan ia leleh dan harus leleh

ia masih bertahan, ia redup
bukan padam!
bukan mati!

maka wadah kecil yang mampu menampung lelehannya,
yang membuatnya tetap menyala,
memberi secercah cahaya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s