sukses itu???

Sukses itu???

Hari itu kesempatan terakhirku untuk bercengkerama dengan keluarga di rumah karena tak tahu kapan lagi aku bisa pulang kampung karena bertambahnya rutinitas yang mengharuskanku untuk tetap tinggal di kota ‘terbina’ bahkan di hari libur.

Selesai berkunjung ke rumah kawan, perjalanan pulangku terganggu oleh hujan yang memang telah menunjukkan tanda-tandanya sedari pagi.

Berhenti sejenak, melongok isi jok sepeda dan benar saja rentetan peluru air itu akan kuhadapi langsung bertameng pakaian yang melekat di tubuh kecilku.

Terlintas nama kawan lamaku, sebut saja Fandi, dan kebetulan rumahnya searah dengan jalan dan tak begitu jauh di depan.

‘Assalamu’alaikum,’
‘waalaikumssalam’, salamku bersambut.
Dengan kaos kutang dan celana pendek biru yang nampak sedikit usang, ia keluar dari dapur tempat ibunya berkarya.

Tubuh yang beberapa bulan nampak longor itu sekarang lebih langsing. Sungkan untuk bertanya namun ia pun memberi jawaban.

–Sekilas tentang Fandi–
teman lama dan teman pertama saat hari pertama MOS di SMP kala itu.
Gemuk namun PD, terbaca dari setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Terlahir dari seorang Ibu yang berprofesi sebagai pembuat sekaligus penjual ayam panggang yang cukup tenar di wilayah kami.

Kami terpisah semenjak memasuki jenjang sekolah lanjutan dan sering bertemu lagi setelah lulus SMA.

–kembali ke cerita–
Susut berat badannya ternyata memang disengaja untuk memenuhi persyaratan fisik dalam rekrutmen ‘punggawa negara’ (pinjem istilah dari izzah ). Namun sayang sungguh sayang untuk yang ke sekian kalinya ia harus tertunduk lesu karena keinginannya harus kandas di tengah jalan, bahkan pada rekrutmen yang terakhir ia harus kandas di permulaan,

‘wes, aku tak bakul panggang ae’, dengan pandangan sebah dan nada berat ia bergumam.

Ia sampaikan beberapa kalimat yang membuatku ‘bingung’ dan intinya kurang lebih sebagai berikut :

1. Orang tuaku ingin menjadikan aku seperti Kakakku yang telah ‘sukses’ menjadi punggawa negara.

2. Sukses itu fisik, jalan, uang, dan nasib.

3. Sayangnya, uang itu tak kembali saat jalan sudah penuh dengan ‘pejalan’ yang sudah berjubel sesak.

‘uangku 75 baru kembali 25’,sesalnya. Tanpa hitam di atas putih pun jadi.

Hmm…mendengar ceritanya aku tak bisa berkata apa-apa, hanya sedikit senyum dan berharap ia tidak putus asa dan bisa beralih obsesi. Amin.

Kawan, seperti itukah kita???
diakui atau tidak, itulah yang menjamur di otak sebagian besar masyarakat kita. Mungkin perlu insektisida dosis tinggi untuk setidaknya menghentikan penyebaran spora jamur itu ke otak generasi penerus bangsa ini.

Sungguh ironis, saat seseorang dinilai sukses menjadi PNS atau semacamnya, maka hanya ada 2 pertanyaan utama, ‘habis berapa? dan ‘yang bawa siapa?’
Ckckckck๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

Sebenarnya siapa yang salah???

Mari kita sedikit berimajinasi,
Untuk menjadi punggawa negara yang menjadi barisan terdepan saat perang, kita perlu minimal 25 juta (menurut survey yang saya lakukan dari teman-teman).

Untuk menjadi PNS dengan gelar S1 kita butuh minimal 75 juta (menurut survey barusan).
Untuk menjadi Bupati atau walikota atau anggota DPR rasanya nggak cukup 100, 200 juta.๐Ÿ™‚

ada 2 kemungkinan :
1. Jika gagal, uang itu akan kembali penuh atau terpotong sebagian atau bisa juga hilang tak berbekas, tergantung perjanjian yang disepakati antara pejalan dan pelicin jalan.

2. Jika berhasil,
Manusia cenderung memegang teguh prinsip ekonomi,‘dengan modal sedikit mampu menghasilkan banyak’.

Dan probabilitas terbesar adalah K O R U P !!! sebagai jalan tercepat untuk mengembalikan modal dan memperoleh keuntungan.

๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ

Mari berbenah kawan,
(menurutku) kesuksesan selalu berbanding lurus dengan usaha, sikap, dan doa kita.
Dan sukses itu tidak identik dengan banyaknya harta dan tahta.
Bersyukur atas setiap pemberianNya akan membuat kita menjadi orang yang paling sukses di dunia. Hehe…

Dan hidup itu adalah cara kita mensyukurinya…

:):):)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s