yang tak terhujankan

ialah yang tak terhujankan,

putih, memenuhi ruang

bahkan di sela sesak dedaunan,

 

ku lihat sebelumnya malam,

gerah, sedikit berkeringat saat mata mulai memejam.

 

ia datang bersama mulia,

yang lama sekali tak ku jumpa.

bukan apa-apa, sengaja!

ya, karena tersadar melakukannya.

bahkan berkali terbangunkan,

hanya tersenyum lalu kembali memejam.

 

dingin menghampiri,

bahkan lebih awal mentari, seringkali.

tersenyum, lalu berkarya katanya…

 

bersambut kabut, lembut…

menghangatkan dingin, lalu pergi.

Image

sumber gambar

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s