maaf, tak berbalas

Lalu tersenyumlah,
Masih ada ia di rumah
Tak terragukan,
Tak terbantahkan,
Cintanya murni,
Berhulu-hilirkan nurani,
Berawal tak berakhir,

Mungkin tak terjamah, tetapi pengharapannya menderas tanpa lelah.
Diamnya merenung,
Diamnya mengenang,
Diamnya mengharap,
Diamnya doa

Tentangmu yang dulu,
Tentang keadaanmu hari ini,
Tentang masa depanmu.

Entahlah, kami begitu mencintaimu.
Sejatinya benar kata-Nya, dan selalu begitulah adanya ;
Tak ada alasan bagi kami untuk mengeluh padamu,
Terlebih mengeluhkan keadaanmu.

Sayang, kami lebih sering melupakanmu.
Bahkan untuk sekedar tahu keadaanmu.

Penjagaanmu, hingga kini.
Hingga kakiku mampu berlari sendiri.
Hingga terlampau jauh meninggalkanmu. Menghampiri mimpi yang dulu kau berharap kami di sini.

Kami ragu atas cinta,
Atas cinta kami padamu.
Benarkah setulus cintamu?
Atau….
Ah, tak pernah aku menghitung.

Image

Karena aku tak akan mampu.
Nikmat-Nya melalui cintamu.

Maafkan atas semua yang tak berbalas, yang tak terbalas.
Biarlah Ia yang kini menjagamu, memelukmu karena tulusnya cintamu pada kami ; anakmu.

10 thoughts on “maaf, tak berbalas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s