Kawan Kawah

IMG_7187Kembali, menapaki jalanan yang beberapa bulan lalu terlampaui. ‘Makadam’ yang cukup melelahkan kendaraan dan pengendaranya itu telah diperbaiki, mulus hingga di parkiran, awal pendakian, Paltuding.

Ijen, ya Ijen lagi. Dan lagi-lagi ga ijenan (bahasa Jawa : tak sendirian). Lebih banyak dari kunjungan pertama, 16 orang : 1 kawan lama, sisanya…baru.๐Ÿ™‚

Awalnya meragukan, hujan hampir setiap hari terjadi. Cerahkah Ijen nanti? Biarlah, semoga tak akan ada yang kecewa.

Sabtu pagi menjelang siang, teman-teman meluncur dari Madiun dengan Sri Tanjung untuk menjemputku di kota ini. 8 jaman berduduk ria lalu sampailah di kota Terbina, Jember. Beberapa menit setelah waktu Maghrib.

Rehat, makan malam, lalu berangkat ke Ijen lewat jalur Bondowoso. Jalanan yang bagus membuat sebagian kami memejamkan mata untuk sejenak melanjutkan istirahat. Satu, dua, tiga pos penjagaan Perhutani terlewati.Paltuding jadi tempat istirahat kendaraan kami setelah 3 jam-an bekerja keras mengantar kami.

Meski tengah malam, Paltuding ramai oleh pendaki yang berniat menemui si Api Biru. Tak berlama-lama, Pak Gik sebagai tetua memimpin doa sebelum pendakian kami mulai. Bismillah…

Diawal pendakian, seorang kawan baruku nampak tak bisa menutupi nafasnya yang berat. Putut, kalau ga salah itu namanya.๐Ÿ˜€ Kawan baruku yang satu ini memang tak patah arang. The trueย  fighter. Terus melangkah meski nafas terengah. Mereka pendaki sejati.

Sampailah kami di atas kawah sebelum 3 dini hari. Si Api Biru menanti. Sementara teman-teman menggelar dome, Pak Gik telah berada di bawah untuk mengabadikan momen yang telah lama dinanti. Pak Budi, mengambil sarung di tasnya, lalu kemulan khas Nganjuk dan sekitarnya. Aku sendiri, hanya mengamati kegiatan teman-teman. Berharap bisa membantunya untuk perjalanan berikutnya. Nanti. InsyaAllah…

Ya, pagi ini nampak cerah. Perjalanan kami tak tertutup kabut seperti yang dikhawatiri. Langit tampak bersahabat bersama kawanan bintang yang menghiasi. Manteb! (y) Api Biru jelas di depan mata. Jika kamera tak mampu mengabadikannya, cukuplah ia dirasa. Yang belum pernah lihat api biru, coba aja nyalakan kompor gas.๐Ÿ˜€ warnanya kurang-lebih sama. Hehehe

Baiklah, tak baik terlalu banyak bercerita. Datang dan lihatlah. Karya terindah dari sang Maha Indah.
Tak sekedar bergumam cerita tentang indahnya, lebih dari itu, betapa tak ada alasan untuk tidak bersyukur atas nikmat-Nya. Betapa tak ada daya tanpa kekuasaan dari-Nya. Betapa kecilnya kita dibawah kebesaran-Nya.

Subhanallah…

Buyung, Mas Satrio, shafirra, ayu, mas gis, rahma, putut, mas adith, dan yang lainnya (sorry belum hapal…hehe), thanks for coming. Salut untuk kekompakannya. Wish we meet for the next trip. InsyaAllah.


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


 

2 thoughts on “Kawan Kawah

  1. insyaAllah bisa hen, jalanan ke Ijen ga terlalu menanjak, ga terlalu jauh dari parkiran. Banyak keluarga yang ke Ijen rame2.๐Ÿ™‚
    come n see the beauty of Allah’s creation…๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s