Untukmu yang baik, segeralah membaik…

imagesTampak senyummu dari jendela kaca yang dipasang untuk tak dibuka,

Wajahmu gagah, menghibur tubuhmu yang lemah bernanah,

Gigi gerigimu terbuka, coba kau angkat bibrmu dan sampaikan,”Aku tak apa-apa.”

Kau lelaki yang merenda,

Untaian benang yang tersulam untuknya jatuh dan terurai, batinmu begitu.

Berharap mampu kau dapati kala itu, tapi… Entahlah. Tak kuasa aku membahasakannya.

Di pembaringan, harap-harap tahu kau akan kabarnya.

“Adakah sulamanku masih berbentuk?”

Mungkin itu maksud yang selalu ingin kau tahu,

Ya..dan (sejatinya) kau tahu jawabnya bahkan sebelum kau bertanya,

Dan kami pun tahuย  bagaimana menjawab.

Kawan,

Mungkin ini tak tersampaikan,

Biarlah tetapan-Nya tertetapi.

Bersyukurlah kita masih bisa menjumpa pagi dan mentari.

Untuk sulamanmu itu,

berhentilah menanyakannya,

kau tahu, sulamanmu semakin kuat,

ia tak perlu kau teruskan,

Ia jadi, Ia purna, Ia sempurna

Berdirilah,

Biarkan baju hangat itu memeluk tubuhmu,

Menghantarkan rindu padamu yang dingin lagi beku.

___________________________

Dan lagi-lagi kami belajar dariMu,

yang baik tetaplah baik,

Dan Kau ajarkan kami menjadi lebih baik,

Untukmu yang baik,

Segeralah membaik…

Aamiin…๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s