Cah Cangkring

image

Cangkring, tahukah apa itu cangkring? Cangkring bukan benda atau bama orang. Cangkring adalah nama sebuah lingkungan yang secara tidak tertulis menjadi sebutan bagi orang-orang di kampung kami. Akan sangat membantu menemukan seseorang dengan menyebutkan nama lingkungannya. Pak Jiono Cangkring misalnya. Itu berarti pak Jiono rumahnya di lingkungan Cangkring. Penyebutan nama lingkungan memang lebih dikenal oleh warga meski perangkat desa telah memberikan label untuk masing-masing bentang jalan di kampung kami.

Cangkring Doyong. Doyong berarti miring. Cangkring Doyong berarti Cangkring miring? Ah, bukan begitu. Entahlah, untuk kata Doyong ini aku belum tau asal usulnya. Yang pasti, Cangkring Doyong adalah tempat kami, pemuda-pemudi, turut serta dalam kegiatan sosial di lingkungan kami. Akrab dipanggil Karang Taruna Cangkring Doyong.

Berdiri lama, dari generasi ke generasi. Pemuda menua berganti muda baru. Begitulah siklusnya. Cangkring Doyong masih bertahan meski hitam tak tertulis di atas putih. Ya, bersaudara itu tak perlu tertulis dalam akta. Toh sejatinya kita memang bersaudara. Dan rasa persaudaraan yang sudah terbentuk dalam kebersamaan semasa sinoman nyatanya belum luntur meski kami terpisah di perantauan. Ratusan kilo terpisah mencari nafkah, tapi kami berpulang di satu rumah ; kampung halaman. Perantauan bukan alasan bagi Budi dkk untuk tidak peduli dengan kampung yang menjadi tempat kami dibesarkan. Dan memang diperlukan penggerak untuk dapat bergerak.๐Ÿ™‚ dan mereka mengawalinya.

Ah, kami memang pemuda sederhana. Dan tak ada yang istimewa, sama seperti pemuda lainnya. Hanya saja kami berusaha agar pemuda setelah kami dapat menjadi pemuda luar biasa ; untuk Agama, orang tua, dan orang-orang di sekitar kami. Kami berharap dapat berikan manfaat meski sekedar rasa senang di hati warga.

Panjat pinang dan panggung hiburan menjadi awal generasi kami berbagi. Awalnya untuk meramaikan kampung kami, dan alhamdulillah dengan berkumpul di Cangkring sambil nonton panjat pinang, warga antar lingkungan dapat bertemu, bersilaturahmi. Indahnyaa….. senyum dan tawa pun tampak menghiasi segenap wajah panitia dan warga.๐Ÿ™‚

Dan seperti pada umumnya manusia, kami pun tak luput dari banyak kekurangan dan kesalahan. Pun hal-hal yang tak seharusnya ada dan terjadi, harus benar-benar dihadapi. Semoga kedepannya tak terjadi, dan kami mohon maaf atas hal tersebut.

Rasanya Budi, dkk membuka pikiran kami sebagai pemuda yang seharusnya dapat lebih banyak berbuat, lebih banyak memberikan manfaat. Berbagai ide muncul untuk melanjutkan gerakan yang baru saja dimulai. Kawan, mari kita teruskan.๐Ÿ™‚

Matur nuwun kami sampaikan juga untuk semua yang berpartisipasi dalam kegiatan kemarin.๐Ÿ™‚

Tahun depan, mari berikan lebih banyak manfaat, insyaAllah.

Salam muda perantauan,
Rukun di kampung, damai di perantauan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s