Nanti, Saat Aku Sanggup Berdiri dalam Dinginnya Dini Hari

SAM_0381Sekali lagi kau menghampiri,

entahlah aku pun tak mengenalmu atau mencoba untuk tak mengenalmu beberapa tahun ini,

kau tampak asyik mengusik, lalu meruntuhkan bangunan yang bahkan belum berdiri dengan suaramu yang berisik.

Kawan, bolehkah aku menyebutmu
‘kawan’?
Dalam sederhanamu yang pendiam, dalam ringkas ucapmu yang dalam, kau kenalkan aku dengan dewasa dan kesabaran.

Senyummu mendahuluiku, lalu dengan santainya aku bertanya padamu tentang sebentuk manusia mulia dimana kini kau berdiri menggantikannya. Merajut asa untuk mereka yang kau cinta.

Jemari enggan bergerak meski mata dan otak berontak,

Baiklah,
Kan ku selesaikan pagi-pagi sekali, nanti saat aku sanggup berdiri dalam dinginnya dini hari
Kan ku pintakan untuk diri agar mengerti atau sampaikan maksud hati
untuk kemudian berdiri di depanmu atau bahkan tidak sama sekali

๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s