Kini masamu mulai berganti, ah bukan masamu saja, tapi masaku juga, masanya, masa mereka, masa kita.(Masa, sih? :D)

Langkah-langkah terarah meski tak searah mulai melebarkan jarak. Di duapuluh sekian, mulai terlihat bentang jalan di depan, lengkap dengan rambu-rambu dan penunjuk arah.

Terjal? Mungkin, tapi tak selalu. Mulus? Mungkin, tapi tak selalu.

yang indah adalah yang bersyukur kala mulus, yang bersabar kala terjal. Selalu ada kebaikan disana. Akankah kita termasuk di dalamnya? Semoga. (aamiin)

Jika kau temukan keindahan di sana, di tempatmu nanti, ingatlah dulu kau pernah di sini.

Berkawan denganmu adalah sejarah, yang tertulis manis dengan guratan tinta rindu, yang terrekam dalam memori tercanggih, dan tak perlu kertas untuk mencetaknya. Ialah sejarah yang dengan mudah terbuka kala wajah-wajah kita bersua.

Selamat menikmati setiap detik berlalu.

Semoga dipertemukan di ruang dimana ada rindu berkawan.
Tetaplah sederhana dengan suksesmu disana, tetaplah sederhana dengan mampumu berjaya.
Semoga Allah lindungi kita, bimbing langkah kita, ridhoi setiap amal kita. Aamiin

2 thoughts on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s