Karena sejatinya Ia membersamai

Kawan, kini senja. Tak banyak yang bisa terucap, bukan apa-apa, tapi karena memang tak pandai berkata-kata terlebih berbahasa.

Lihatlah ia yang mulai menjingga, bersambut kabut lalu bias biru menghitam. Tak khawatir kelam, karena bintang gemintang sebentar lagi datang. Pun sejatinya mereka tak pernah pergi meski tak jarang mendung iri lalu membelakangi.

Dan kau ingat, ia pernah tampak dekat, dekat sekali. Kau dapati ia di antara awan dan bumi. Ya, pada dini hari.

______________________________________________________

Lalu untuk apa khawatirkan Ia pergi?
Ia membersamai sesiapa yang bersabar diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s