Duduklah Bersama Kami di Bus ini.

Tak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Atau bisa jadi memang harus sama. Atau bisa jadi juga karena memang belum  (berusaha) berubah.

Menjelang hari raya qurban tahun ini, 1434 H, Bungurasih ramai. Ini hari Sabtu, dan Senin depan adalah cuti bersama, Selasa Hari Raya. Momen yang pas untuk kami berpulang, menikmati beberapa hari libur bersama orang-orang tercinta di kampung halaman.

Rutinitas tahunan yang tak bosan kami lakukan. Meski antri dengan puluhan, ratusan kawan perantauan di terminal. Menanti giliran untuk sekedar duduk di kursi atau setidaknya temukan ruang untuk berdiri. Tak ada yang lain, kami ingin pulang menengok orang tua, keluarga, dan kawan-kawan. Meski hanya beberapa hari, setidaknya tumpukan rindu kami pada mereka tersampaikan. 

Benar memang jika dikatakan tak harus hari raya untuk berkunjung ke kampung halaman, namun tak salah pula rasanya jika beberapa di antara kami atau sebagian besar mendapatkan libur yang ‘agak’ panjang hanya jika menjelang hari raya. Ada pertimbangan lain yang mungkin tak terpikirkan oleh kita yang sering pulang kampung.

Melihat jalan-jalan kini diperlebar. Bertingkat. Tapi hari-hari seperti ini untuk berjalanan 1 km harus berhenti dan berpelan beberapa kali. Bahkan di ruas-ruas tertentu, macet rupanya telah menjadi tradisi. Sayangnya tradisi ini kian kini kian parah. Hei… bukan salah kami yang untuk pulang kampung pun harus antri dan berbagi kursi.

Lihatlah mas bro, jalan kita lebar selebar deretan kendaraan pribadi yang tak jarang lebih lebar dr jalannya. Kawan, pernahkah kau tengok yang duduk di jok mobil-mobil itu? Tak jarang hanya 1 atau 2 orang saja.

Untuk mendapatkan seonggok mobil pribadi kini Anda tak perlu siapkan uang ratusan juta. Kita dapat mengangsur dengan uang muka yang tak terlalu banyak. Lalu menjadi bagian yang memenuhi jalanan hingga sebagian umur kita termakan perjalanan.

Kawan, bijaklah dalam berkendara. Bagi yang mampu, berbagilah dengan kami yang sama dengan Anda, warga negara tercinta ini. Terlebih jika kita sama-sama duduk di bus ini lalu jalanan lengang dan kita sama-sama segera sampai kampung halaman.
🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s