Bersederhanalah, kawan

Bersederhanalah dalam berucap, kawan.
karena yang berbanyak bicara tak selalu berbanding lurus dengan kerjanya.

Bersederhanalah kawan,
Dalam berbusana, tak selalu yang tampak mewah berhati melimpah

Bersederhanalah, kawan,
Dalam belajar, dalam bekerja, tubuh kita perlu sejenak beristirahat.
Tahukah kita, ada keluarga dan kawan menunggui, ada hati-hati yang merindui

Bersederhanalah, kawan,
Dalam berpikir, sejatinya ukuran kita tak sama. Berusahalah, semampu kita. Jangan memaksa, jangan memaksakan.

Bersederhanalah, kawan,
Banyak di luar sana yang berpikir sekenanya, berucap sekenanya, berlogika katanya.
Sederhana saja, siapa yang menciptakan logika, kawan? Ah,mungkin kita terlalu pandai, kawan? Hingga logika berdiri di posisi tertinggi. Seperti tak mengenal hari dimana terbalas kebaikan sebiji kemangi, pun terbalas keburukan sebiji kemangi.

Kawan, bersederhanalah. Untuk percaya, tak semua harus berwujud, tak semua harus terlihat mata. Ada bagian kita membuktikannya, dengan karya atas logikaย  pemberianNya.

Bersederhanalah, kawan. Tak ada yang pasti di hidup kita yang singkat ini kecuali mati.

๐Ÿ™‚

5 thoughts on “Bersederhanalah, kawan

  1. bagian ini, “Bersederhanalah, kawan,
    Dalam belajar, dalam bekerja, tubuh kita perlu sejenak beristirahat.
    Tahukah kita, ada keluarga dan kawan menunggui, ada hati-hati yang merindui” harus banget di kasih ke abang saya. hehehe๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s