Hitam, Putih, Abu-abu

Kawan, tak jarang yang hitam terabu-abukan, tak sedikit yang ‘memutih’
Pun tak sulit temukan yang putih terabu-abukan, lalu ‘menghitam’.

Sejatinya yang hitam tetaplah hitam, yang putih tetaplah putih.

Jika yang abu-abu saja dianjurkan untuk dihindari, lalu untuk apa yang hitam dicicipi.

Tahukah, Kawan?

Yang sedikit tak berarti hina, yang banyak belum tentu mulia.

Periksalah asalnya.

๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s