Antara Dua Rahang Kita

Kawan, ada yang perlu kita jaga di antara dua rahang kita,
ialah pedang yang tak bermata,
tumpulnya bahkan mampu menusuk hingga ke dada.

Tak perlu menebaskannya untuk melukai,
tak perlu bersusah diri untuk sekedar menyayat hati,
ia ringan, bertambah ringan kala berseteru dengan nurani,
menghabisi kanan kiri.
Sesama? Ah, ia tak peduli.
dengannya kita bisa membela diri,
dengannya kita bisa melukai,
dan dengannya pula hal yang sia-sia sering kita dapati.

Kawan, semakin banyak menggunakannya, boleh jadi semakin parah yang tersakiti, semakin banyak yang terlukai, semakin banyak waktu sia-sia terlewati.

Berkatalah yang baik, atau diam.

๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s