Sekali, Berarti.

Bukanlah gerimis, yang membelah udara dengan bulir yang menipis,terantuk lantai bumi lalu berketepak romantis

Bukan lagi pelangi, yang mampu bercerita tentang putih matahari lalu mengurainya dalam paragraf warna-warni

Bukan juga purnama nan rupawan, yang dengan memandangnya setiap pasang mata tertawan

Ya, akulah yang tak lebih dari sekumpulan manusia baru yang akan selalu (belajar) menemui hitam, putih, dan abu-abu

Melangkahlah di sini, di sisi. Mari bersama tapaki sisa perjalanan yang mulus, berbatu, terjal, turunan, pun tikungan tajam. Jangan khawatir, berpeganglah erat dan Ia akan tunjukkan jalan.

Jika sampai nanti, duduklah sedikit menepi. Mari tengadah merendah.
Berdoalah,
agar yang sekali memberi arti, agar yang sekali ini berarti.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s