Yang Tertutup

Kawan, ia hanya tertutup. Bukan berarti ia habis, ia juga tak berarti hilang. Ia tetap ada, hanya tertutup saja.

Bayangkan jika ia terbuka, bau  terumbar kemana-mana. Adakah yang berkenan mendekat? Ah, jangankan mendekat, mencium pun enggan. Yang ada mereka akan menjauh.

Maka tak selayaknya lidah bersilat sekenanya. Bercerita kemana-mana, baunya bertambah-tambah dengan bau mulut yang tak lebih wangi dari (maaf) kentut.

Itulah penjagaan kita pada sesama, ketika bertemu terlebih saat tak sedang bersama.

Ojo ngrasani liyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s