Bunga dan Batu #3

Kawan, lihatlah batu itu belum sejengkalpun berpindah dari tempatnya. Masih di sana, di antara rumput hijau, ilalang, dan batu-batu lainnya.

Cobalah sedikit mendekat. Ada yang berbeda rupanya. Ada selapis tanah di atasnya. Kaki-kakinya semakin dalam terbenam. Dan, hei, lihatlah ke sini! Ada yang tumbuh di sana. Entah bagaimana ia bisa tumbuh di sana. Tepat di atasnya.

Katanya, kata batu itu, hujan yang berdebam mengantar butir-butir tanah ke sana. Terus bertumpuk hingga merata, menutupi hampir seluruh permukaannya. Lalu benih itu? Mungkin hujan juga yang mengantarnya.

Duhai si batu, sebelumnya ia tak pernah percaya. Ya, tak pernah percaya akan tumbuh bunga di atas tubuhnya. Kini ia coba tetap kokoh, berharap hujan semakin banyak mengantar butir tanah dan humus ke atasnya. Membiarkan bunga tumbuh sebagaimana seharusnya. Memberikan ruang untuk akarnya, melihat semakin lebar daunnya, hingga tiba masanya, saat bunga menjadi bagian dari indah semesta, tebarkan harum ke penjuru dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s