:)

Kita bisa makan apa saja asal yang memenuhi isi kepala hilang seketika. Dan benar saja, hanya seketika, setelah kenyang perut dan mulut tak lagi sibuk mengunyah, tiba-tiba kepala kembali dipenuhi dengan masalah yang bisa jadi sama, bisa jadi beraneka.

Ah, aku akan menyibukkan diri bekerja, melakukan apa saja asal yang mengusik hati ini segera pergi. Hei, ia tak pergi, kawan. Kaulah yang menjauhkan diri dengan kesibukan duniamu itu. Saat sibukmu habis, kau akan kembali, kembali terusik lagi.

Kalau begitu, aku akan terbang tinggi, entah kemana asal semua kegalauan ini tergantikan dengan kegembiraan. Ya, kegembiraan seperti dulu, seperti kanak-kanak dulu, tak memikirkan ini itu. Baiklah, terbanglah. Bersiaplah, kawan, di tempatmu mendarat nanti kan kau dapati ratusan masalah yang jauh lebih menggalaukan.

*

Kawan, bukankah untuk berada di puncak gunung kita harus mendaki? Bukankah pendakian tidak akan berkesan jika hanya melalui mulusnya jalan?

Ini bukan tentang indahnya puncak di atas sana, kawan. Ini tentang perjalanan panjang untuk mencapainya. Bukankah perjalanan ke puncak lebih panjang dan lama?

Jika perjalananmu dipenuhi kegalauan, tenangkanlah, kawan. Tahukah kalian satu-satu cara temukan tenteram? Ingatlah Dia Pemelihara Semesta Alam.

Semoga perjalanan kita menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s