Bungurasih 250114

Jaket Kulit campursari berisik, menguapkan kantuk.
Tak perlu lama menunggu dalam bis, Sumber Selamat yang rapat meluncur cepat.

Baru beberapa puluh meter, mengerem sama cepat, mak bluk, botol airku jatuh, menggelinding ke depan lalu berhenti di kaki si pembawa tablet. Diam saja. Aku memungutnya. Jangan tanyakan pedulinya, bisa jadi itu balasan atas ketidakpedulianku pada sesama.

*

Masuk terminal yang sedang dalam proses renovasi. Setahuku sudah dari tahun lalu tahun lalunya lagi. Bangunan baru itu masih belum dioperasikan. Tampak bagus.

Memasuki peron yang dulu berbayar (kini gratis).

Aku enggan menerka, kursi-kursi ini sebenarnya untuk siapa. Mereka tak kelihatan sedang menunggu. Tenang-tenang saja, menguap, terlelap, bermimpi entah sampai mana. Aku biasa saja. Memang sudah terbiasa, dan biasanya memang begitu. Hanya tak tahu, menggantung antara iba atau cuek saja. Entahlah, aku lanjut mengayunkan langkah. Televisi yang digantung itu menyiarkan hiburan gratis, segratis kursi tidur itu untuk mereka.

Lengang, lewat tengah malam. Banyak orang tidur malam ini, bukan?
Mengapa Bapak tak tidur saja? Sejenak mengambil rehat, menutupkan mata Bapak yang tampak lelah?
Inilah waktuku, ini gilirku, Le. Beginilah kerjaku. Menjemputmu di batas peron, mengiringimu berjalan dan memastikanmu masuk di bis yang tepat. Bis yang akan membayarku dari uangmu.
Sudahlah, Le. Silakan masuk, ku tunggu kedatanganmu kembali di sini. Jangan bosan bertemu dengan Bapak dan yang semacamku ya, Le. Jangan diam saat kutanya hendak kemana. Jika malas membuka mulut, jawablah dengan mengangkat tanganmu, menunjuk bis yang mau kau tumpangi, atau setidaknya menggelenglah, atau…tersenyumlah. Mengapa begitu? Ah, kau tak kan pernah mengerti, Le. Kau tak digariskan berdiri di sini. Cukuplah jadi penumpang sejati.

Nggih, pak.

*
Jadilah penumpang nan santun, jaga kebersihan, jagalah sopan, jagalah perasaan jangan bermain dengan gadget saat diajak bicara, bayarlah karcis pada kondektur -jangan beli dicalo, jagalah keselamatan diri dan bawaan Anda. Berdoalah agar Allah -sebaik-baik penjaga- lindungi dan berkahi perjalanan kita.
Satu lagi, jangan tinggalkan kewajiban.

๐Ÿ™‚
Ntms n friends

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s