Kategori Rindu

Image

Rindu itu,…
Entahlah, aku tak menahu. Hanya kata orang,
Rindu itu rasa ingin bertemu dengan sesuatu (bisa orang, tempat, suasana, atau apa saja) yang muncul akibat perpisahan atau karena rasa yang lain.
Ada beberapa kategori orang menanggapi perasaan rindunya,

Kategori Pertama,
Ia diam saja, mungkin ia tak tahu bahwa yang dirasakannya rindu. Ia hanya hanya sesekali menengok yang dirinduinya via media apa saja, tapi tak memaksa.

Kategori Kedua,
Ia diam saja, ia tahu ia sedang merindu. Bisa jadi rindu berat. Hanya ia enggan menengok, apa lagi bertemu. Ada alasan-alasan tertentu yang membentengi hatinya. Sering kali dibilang, rindu diam-diam, diam-diam rindu. Rumit.

Kategori Ketiga,
Ia menyebutnya rindu, tapi bisa jadi itu hanya kekaguman sesaat. Menggebu-gebu ingin menyampaikan dengan otot berurat,”Aku rinduuuuu bingiiit.” Untuk yang ini, berhati-hatilah kawan.๐Ÿ˜€

Kategori Keempat,
Ia rindu, ia tahu. Ia ingin ungkapkan, karena bisa saja rindunya tertahan lama, menahun. Tapi karena lama tertunda, yang dirindukan telah berkeluarga. Ah, nelangsa. Untuk yang ini, bersegeralah, tapi jangan tergesa-gesa.

Kategori Terakhir,
Ia rindu, tapi menolaknya. Sayang terkadang benteng penolakannya runtuh. Tak patah arang, ia tinggikan temboknya, tebalkan lapisannya. Padahal ia sendiri tak punya alasan yang kuat untuk menolaknya. Kekhawatiran akan hal yang lalu, sekarang, dan yang belum terjadi menghantui. Untuk yang ini, sungguh, kita hanya perlu jalani. Tak ada alasan untuk menghakimi diri atas masa lalu, atas yang sedang terjadi, apalagi yang sama sekali belum terjadi. Selalu ada peluang untuk memperbaiki.

#

Rindu itu wajar. Yang tak wajar adalah jika penyampaiannya bukan dengan cara dan pada waktu yang benar.

Jika belum seharusnya rindu terhaturkan, maka sebenarnya ada tempat untuk menyampaikan. Tempat curhat sekaligus tempat meminta penjagaan. Penjagaan atas rindu yang tertahan, penjagaan atas upaya perbaikan, penjagaan atas yang (diam-diam) terindukan, atas yang (diam-diam) merindukan. Ialah yang Maha Perkasa, yang Maha Menjaga.

๐Ÿ™‚

Sebentar, ada yang tertinggal, Kawan.
Jika rindumu berawal dari kekaguman, jika rindumu terbungkus rapi untuk nanti kita kadokan, ingatlah, yang kita rindukan hanyalah sebuah ciptaan yang mengagumkan.
Maka, bukankah lebih layak merindukan Penciptanya? ; Pencipta ciptaan, Pencipta kekaguman, Pencipta kerinduan. Dengan begitu, jika rindu bertepuk sebelah hati, tak perlu khawatir tak terganti.
๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s