Tak Harus Selalu Begitu

Kawan,
Bulan tak tampak benderang malam ini
Ia tertutup awan, lumayan tebal
Walau bagaimanapun juga, ia tetaplah bulan.

Bulan tak selalu harus tampak terang. Bulan tak selalu harus tenmaram.
Tak selalu harus begitu, tak selalu harus sama persis seperti yang kita ingini, bukan? Itulah peluang, kawan. Peluang untuk belajar, peluang untuk bersabar, peluang untuk belajar bersabar. Jika bukan malam ini, bisa jadi bulan akan indah esok malam atau dini hari nanti. Jika bukan di tempat ini, bisa jadi kan kita dapati indah bulan di sisi lain bumi. Hei, bukankah bumi masih begitu luas untuk dijelajahi?

*

Tak harus selalu begitu, kawan. Sungguh, telah dikabarkan dalam kitab yang sempurnanya terpelihara, bahwa bisa jadi yang menurut kita baik justru buruk sebenarnya, dan sangka kita buruk nyatanya jauh lebih baik. Dia yang lebih mengetahui. Satu hal yang pasti, tidaklah kebaikan berbalas kecuali dengan kebaikan pula. Yang ini pun juga dikabarkan dalam kitab yang sama. Sungguh tak ada keraguan padanya.

Jadi, tak harus selalu begitu, kawan. Sekali lagi, jika tak kita dapati yang kita ingini, maka tugas kita adalah bersyukur atas yang telah diberi dengan menjaganya sepenuh tenaga. Yang terbaik bukan yang menurut kita. Yang sejati terbaik adalah setiap karunia-Nya dalam bentuk apa saja; hidup, keluarga, sahabat, guru, lingkungan, gunung, pantai, langit biru, bulan, bintang dan termasuk di antaranya adalah cinta. Cinta?
Bisa jadi.
๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s