Tampias

Biarkan pintumu terbuka,
Biarkan angin yang basah itu masuk semaunya.
Biarkan, kawan. Biarkan sore ini hatimu menjadi bumi bagi hujan.

Ah, bukankah hujan selalu penting?
Tentu, karena dengannya gerah berubah sejuk
Tentu, karena dengannya kelam mendung berubah rintik lalu meriuh
Tentu, karena dengannya kerisauan berubah jadi weluh
Satu lagi,
Tentu, karena dengannya seharusnya kesedihan meluruh

Baiklah,
Barangkali kau merasa sendiri melewati hari ini,
Padahal tidak, kau tak sendiri, justru kini banyak orang yang merasa sendiri
Mereka mencari keramaian di tengah debam hujan

Lihatlah, rupanya air terlampau banyak memasuki rumahmu.
Baiknya kau segera berdiri, mengambil selembar pel untuk mengeringkannya, menutup pintumu, lalu melanjutkan apa yang menjadi penenang hatimu.

Home alone,
Nov 8, 2014

One thought on “Tampias

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s