Nak, ingatlah

image

Nak, jika satu hari nanti engkau membaca tulisan ini, maka perhatikanlah gambar di atas ini dengan seksama. Itu, wanita yang sedang berdiri di dekat pintu itu, ialah ibumu. Entah sudah berapa kali ibumu dengan sabar -super sabar- mondar mandir dari ujung ke ujung gerbong menggendong-tidurkan dirimu yang mulai beranjak 9 bulan.

Ketahuilah, Nak, hari ini, kata orang, adalah hari Ibu meski ayahmu ini tak pernah setuju. Jika yang dimaksud adalah hari untuk memuliakan ibu, maka ayah lebih memilih pendapat bahwa setiap hari adalah hari ibu.
Baiklah, ini hari ibu, dan kau tahu apa hadiah pertamamu untuk ibumu, Nak? Ialah seonggok hasil cerna perutmu yang semerbak memenuhi gerbong dengan warna-warni bau. Kau berikan tepat di tangan kanan ibumu yang belum juga selesai membersihkan sisa kotoranmu.

Sungguh, tidaklah terpuji jika nanti kau membantah nasehatnya. Tidaklah terpuji jika nanti kau tak memenuhi permintaannya sedangkan kau mamp

u untuk melakukannya. Jadilah wanita mulia. Jika kau bertanya seperti siapa? Maka kebaikan-kebaikan ibumu adalah contoh nyata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s