Begitulah

Mungkin kita tak tercipta sebagai motor penggerak. Bisa jadi kita hanya menjadi gardan saja. Maka jadilah sebaik-baik gardan, karena sungguh roda hanya melaju ke depan karena adanya gardan.  Atau mungkin kita lah yang menjadi rodanya. Maka jadilah kita sebaik-baik roda, karena apalah arti motor dan gardan tanpa roda. Sungguh karena roda lah mobil melaju.

Mungkin kita hanyalah wiper kaca mobil, dibutuhkan ketika kaca depan mulai kotor atau tertutup air hujan. Maka jadilah sebaik-baik wiper, karena bayangkan saja sendiri bagaimana kita harus berhenti tiap kaca mobil itu kotor atau saat hujan.

Mungkin kita hanyalah klakson, yang sesekali dipencet untuk mengingatkan pengendara di depan kita. Bayangkan saja sekeras apa kita harus berteriak ‘awas’, ‘minggir’, dll.

Begitulah,
Bisa jadi kita bukan penguasa, bukan pengusaha, bukan pula pengatur marga. Bisa jadi kita hanya ‘seonggok’ daging yang bergerak lalu menyebut diri kita sebagai manusia.

Maka jadilah kita sebaik-baik manusia, yang bermanfaat bagi sesama. Begitulah pesan nabi kita.

Sungguh, kita tak harus menunggu kaya, kita tak harus pandai, kita tak harus berkuasa untuk memberi manfaat bagi sesama.

Jika hanya dengan kata, maka katakanlah kebaikan, sampaikan kebenaran.
Jika mampu dengan tulisan, maka tulislah kebaikan. Suratkan kebenaran.
Jika berdaya dengan harta, maka tunaikan kebaikan. Sokong kebenaran.
Jika bisa dengan doa, maka doakanlah kebaikan. Doakan kebenaran.
Pun jika hanya mampu tersenyum, maka berikan sebaik-baik senyuman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s