Perhatikanlah

Perhatikanlah, kawan.
Sungguh mudah sekali kita dapati bacaan yang menggiring opini kita.
Sungguh mudah sekali menemukan tulisan yang begitu tendensius pada satu kepentingan.
Sungguh mudah sekali menemukannya.

Sungguh banyak orang yang menyatakan relatifnya kebenaran. Mereka bukan siapa-siapa, mereka lah yang meyakini kebenaran itu sendiri. Ah, itu dulu, sebelum mereka pandai. Dan kini mereka pandai, dengan membaca literatur – literatur yang banyak katanya. Yang ditulis oleh manusia-manusia berlogika katanya.
Lalu,
Dengan kepandaiannya ia minteri yang memberikan pandai padanya.

Kawan, sungguh sejatinya dalam aturan itu ada tujuan. Ketika kau kata bahwa selama tak merugikan orang maka itu hak, tak lantas kau berhak menyakiti dirimu sendiri.
Ketika kau sendiri tak meyakini kebenaran yang kau relatif kan, lalu mana sebenarnya menjadi peganganmu?

Ah, kawan, aku bahkan tak tahu harus seperti apa menuliskannya. Yang jelas aku tahu, di negeri dimana mereka yang kau jadikan panutan, kini diam-diam mulai meyakini kebenaran yang kini mulai kita ributkan.
๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s